Kamis, 30 Juni 2016

Konsep kinerja karyawan

 konsep kinerja karyawan

Pada umumnya bila seseorang akan melakukan sesuatu jelas ada tujuan tertentu yang hendak dicapainya. Demikian juga halnya dengan badan usaha, tujuan yang hendak dicapai salah satunya adalah hasil kerja atau disebut kinerja.
Pengertian kinerja menurut Bernadin & Russell adalah :
“Performance is defined as the records of outcomes produced on a specified job function or activity during a specified time period”.
Yang secara sederhana kinerja dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai oleh seorang karyawan selama periode waktu tertentu dan pada bidang pekerjaan yang ditekuninya.
Seorang yang memiliki konsep kinerja karyawan yang tinggi dan baik dapat menunjang tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh badan usaha. Untuk dapat memiliki kinerja yang tinggi dan baik, seorang karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya harus memiliki keahlian dan ketrampilan yang sesuai dengan pekerjaan yang ditekuninya.
Untuk mengetahui kinerja karyawan, maka perlu diadakan penilaian terhadap kinerja itu sendiri, dari penilaian itu dapat diketahui apakah kinerja yang dihasilkan oleh karyawan telah memenuhi standar atau tidak. Dengan melakukan penilaian kinerja karyawan, pihak badan usaha dapat memperoleh informasi tentang kinerja karyawan yang dapat digunakan oleh badan usaha untuk memperbaiki kinerja karyawan, untuk lebih memotivasi karyawan agar mau mengembangkan diri, serta sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan.
Pengertian kinerja menurut Johns (1996 : 167) adalah sebagai berikut, “Performance is the extent to which an organizational member contributes to achieving the objectives of the organization”.
Artinya, kinerja adalah suatu tingkat peranan anggota organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Peranan yang dimaksud adalah setiap kegiatan yang menghasilkan suatu akibat, pelaksanaan suatu tindakan, tingkat penyelesaian suatu pekerjaan dan bagaimana karyawan bertindak dalam menjalankan tugas yang diberikan.
Menurut Stephen Robbins ada 3 kriteria untuk mengetahui kinerja seseorang, yaitu :
1. Individual task outcomes, if ends count, rather than means, then management should evaluate an employee’s task outcomes. Using task outcomes, a plant manager could be judged on criteria such as quality produced, scrap generated and cost per unit of production.
  1. Behaviors, it is difficult to identify spesific outcomes that can be directly attribute to an employee’s action. This is particularly true of personnel in staff position and individuals whose work assignments are intrinsically part of a group effort.
  2. Traits, the weakest set of criteria, yet one still widely used by organizations, is individual traits. They are weaker than either task outcomes or behaviors because they are farthest removed from the actual performance of the job itself.
    Berdasarkan pendapat tersebut maka konsep kinerja karyawan dapat dilihat dalam beberapa hal, pertama adalah hasil tugas individu, menilai hasil tugas karyawan dapat dilakukan pada suatu badan usaha yang sudah menetapkan standar kinerja sesuai dengan jenis pekerjaan, yang dinilai berdasarkan periode waktu tertentu, seperti laporan harian, memenuhi tuntutan waktu, hasil kerja. Bila karyawan dapat mencapai standar yang ditentukan berarti hasil tugasnya baik. Kedua adalah perilaku, badan usaha tentunya terdiri dari banyak karyawan baik bawahan maupun atasan, yang mempunyai perilaku sendiri-sendiri seperti cekatan atau tanggap, hadir tepat waktu dan rajin. Dimana setiap individu saling terlibat dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Jika komunikasi terhambat, maka karyawan tidak dapat mencapai standar kinerja, yang akibatnya tujuan yang diharapkan tidak dapat tercapai.
Jadi seorang karyawan dituntut untuk memiliki perilaku yang baik dan benar sesuai dengan yang diharapkan. Ketiga adalah ciri atau sifat, yang dimiliki karyawan umumnya berlangsung lama dan tetap sepanjang waktu seperti sopan santun, ramah, penampilan yang rapi dan lain sebagainya. Tetapi dengan adanya perubahan-perubahan dan campur tangan dari pihak luar seperti adanya pelatihan, maka akan mempengaruhi perubahan kinerja pula.

Terima kasih telah mengunjungi dan membaca artikel kami di blogger PERMAINAN OUTBOUND

Rabu, 29 Juni 2016

PERUSAAHN WAJIB MENGIKUTI OUTBOUND

ALASAN PERUSAHAN WAJIB MENGIKUTI OUTBOUND



pelatihan di alam terbuka akhir-akhir ini semakin populer di kalangan praktisi pelatihan SDM. Banyak perusahaan besar, maupun perusahaan kecil memanfaatkan metode outbound management training di dalam pengembangan SDM. Apa sebab metode ini sangat populuer? Jawabannya tak lain karena metode outbound sangat efektif dalam membangun pemahaman terhadap suatu konsep dan membangun prilaku.
Berikut beberapa alasan kenapa metode Outbound training dipakai. Diantaranya sebagai berikut:

1. Metode ini adalah sebuah simulasi kehidupan yang kompleks menjadi sederhana
Manusia pada dasarnya dapat memahami kehidupan ini dari alam semesta. Alam semesta adalah sumber kearifan, dan tempat belajar bagi semua orang. Itulah sebabnya Tuhan diberbagai kitab suci menyuruh manusia untuk membaca makna yang ada di dalam alam semesta. Bagaimana burung terbang bersama, dan bagaimana lebah dan semut berbagi tugas telah menjadikan banyak inspirasi bagi pakar managemen.
Kehidupan dalam organisasi perusahaan yang sangat kompleks sebenarnya dapat disimulasikan kedalam suatu bentuk kegiatan yang sederhana. Permainan outbound training adalah cara untuk menggambarkan kehidupan yang kompleks dengan cara sederhana melalui penggunaan sebuah metafora. Permainan yang ditampilkan dalam outbound training adalah metafora dalam kehidupan kompleks tersebut.

2. Metode ini menggunakan pendekatan metode belajar melalui pengalaman (experiental learning)
Outbound training menggunakan cara yang memberikan sebuah pengalam langsung kepada peserta pelatihan. Suatu kehidupan organinasi disimulasikan dalam sebuah kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh peserta program pelatihan outbound. Peserta langsung merasakan sukses dan gagal dalam sebuah kegiatan outbound training. Kalau sukses, peserta akan tahu, prilaku apa yang membuat mereka sukses. Kalau gagal, mereka juga akan segera tahu, prilaku mana yang menyebabkan kegagalan tersebut. Pendekatan outbound traning memudahkan pemahaman tentang konsep manajemen.

3. Metode ini penuh kegembiraan karena dilakukan dengan permainan.
Kegiatan pelatihan outbound training banyak sekali menggunakan aktifitas yang mirip permainan yang biasa dilakukan anak-anak. Permainan biasanya disukai hampir setiap orang, sehingga sangat menyenangkan dan semua peserta pelatihan bisa lepas dalam kegiatan outbound. Dari pengalaman di dalam menyelenggarakan outbound, dijumpai keterangsangan emosi dan kegembiraan pada diri peserta pelatihan outbound training.
Nah, apakah anda sudah siap melakukan kegiatan outbound training bersama kami, sebuah provider outbound training di jakarta Silahkan hubungi kami. Kami akan siap melayani anda 24 jam.



Minggu, 26 Juni 2016

OUTBOUND – OUTWARD BOUND TRAINING

SEJARAH OUTBOUND – OUTWARD BOUND TRAINING


Outward Bound Training  adalah ide pendidikan inovatif yang dikreasikan oleh Kurt Hahn yang telah bertahan dan berkembang selama lebih dari enam puluh tahun. Fakta Ini dapat dikatakan luar biasa karena begitu banyak metode pendidikan yang muncul dan tenggelam selama periode ini.
Apakah karena konsep ini sangat mudah beradaptasi dan dapat diterapkan pada dunia edukasi secara masal atau karena pemikiran dan filosofi dari konsep metode semacam outbound ini adalah abadi dan memiliki daya tarik universal? atau mungkin kedua faktor tersebutlah yang membuat metode ini menjadi populer dan terus berkembang.
Yang jelas sang penemu metode outward bound atau lebih dikenal outbound training , Kurt Hahn telah meninggal pada tahun 1974 tetapi pengaruhnya dalam Outward Bound Training  dan inisiatif pendidikan lainnya masih hidup hingga saat ini. Beliau lebih menekankan tercapainya tujuan daripada melatih fokus, dengan menggunakan cara yg sangat fleksibel, beragam dan sangat adaptatif. Begitu pula dengan metodeOutward Bound Training , dengan programnya yang boleh dikatakan “tidak lazim”.
Kisah Sang Penemu Outbound
Kurt Hahn lahir di Jerman pada tahun 1896, putra seorang industrialis Yahudi kaya, tapi ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Inggris sebagai warga negara Inggris. Sementara ia masih di SMA tahun 1902, ia menghabiskan liburan musim panas di Dolomites dengan teman-teman dari Abbotsholme, sebuah sekolah negeri Inggris. Selama rentang perjalanan ini, dalam sebuah diskusi tentang sistem sekolah umum Inggris, ketertarikan mengenai dunia pendidikan pertama kali masuk ke dalam benak Hahn. Hal ini menyebabkan ia menjadi terobsesi, kemudian ia mulai mendalami filsafat pendidikan dan sangat dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran Plato, Baden Powell, Cecil Reddie, Dr Arnold dari Rugby, Herman Lietz dan lain-lain.
Pada tahun 1904, saat ia masih muda, Hahn terkena “sunstroke” yang cukup parah sehingga membuatnya cacat permanen namun disinilah ia merasakan ketegaran karena ia memiliki semangat dan keberanian untuk bertahan hidup yang sangat tinggi. proses pemulihan diri ini dimanfaatkannya untuk mempelajari filsafat pendidikan secara lebih mendalam dan merumuskan sistem pendidikan yang hingga saat ini menjadi sangat populer.
Salah satu prinsip hidupnya yang ia pegang teguh sejak saat itu adalah, “ketidakmampuan Anda adalah Peluang Anda”, yaitu mengubah Tantangan menjadi Keuntungan, dengan cara selalu melakukan hal yang benar, terbaik dan bermanfaat meskipun dalam keadaan yang dirasakan sangat sesulit apapun.
Filsafat pendidikan Hahn adalah perpaduan dari apa yang dianggap sebagai ide terbaik yang diambil dari berbagai sumber. Menurutnya, pendidikan adalah seperti pengobatan, metode pengobatan yang ada pada saat ini adalah hasil penemuan dan penyempurnaan dari metode metode terdahulu, jika anda datang ke seorang ahli bedah umum dan meminta untuk membedah usus anda dengan cara yang terbaik dan benar, pasti dokter ahli bedah umum tersebut akan menyarankan anda untuk datang ke ahli bedah yang lebih ahli mengenai usus.
Jadi menurut Hahn, tidak ada yang istimewa dan baru dari metode “temuannya”, karena menurut Hahn, ia hanyalah mengumpulkan, merumuskan kemudian mengemasnya dengan cara yang dianggapnya paling sesuai dengan pengalaman atau proses hidupnya pada masa itu. Beliau menganggap, lebih baik meminjam sebuah ide atau metode yang sudah teruji dan terbukti ketimbang harus mencari dan berkesperimen dengan metode baru.
Kunci keberhasilan Hahn adalah, ia berhasil merangkum, mengambil dan menggabungkan ide dan metode terbaik dari tiap pakar pendidikan di dunia, menjadi suatu metode edukasi yang sangat unik.
Hahn memiliki keyakinan bahwa setiap manusia dilahirkan dengan potensi dan kekuatan spiritual serta kemampuan untuk membuat penilaian yang benar mengenai nilai hidup dan moral.
Dalam perkembangan hidupnya, seseorang itu kehilangan kekuatan spiritual ini dan kemampuan untuk membuat penilaian moral karena, apa yang Hahn sebut, diseased society dan the impulses of adolescence.
Oleh karena itu, Hahn terobsesi oleh dekadensi moral atau penyakit sosial yang dia amati di masyarakat, dan sangat tergerak untuk mencari solusinya, beberapa “penyakit” tersebut misalnya seperti :
  • Penurunan tingkat kebugaran karena adanya sarana transportasi modern, pada saat itu lokomotif atau mesin
  • Penurunan memori dan imajinasi karena bingung, waswas, stress, gelisah akibat dampak dari modernisasi
  • Penurunan tingkat keterampilan dan perhatian karena melemahnya tradisi dan budaya yang positif serta keahlian
  • Penurunan disiplin diri karena ketergantungan pada obat-obat perangsang dan obat penenang
  • Penurunan rasa cinta dan kasih sayang antar sesama karena masing masing sibuk dan egois dengan gaya hidup modernnya
Sebagai bagian dari perhatiannya terhadap kekuatan dan kemampuan fisik adalah, ia percaya bahwa setiap manusia memiliki bakat kemampuan fisik, baik bakat fisik alamiah maupun ketidakmampuan fisik alamiah, misalnya seperti cacat fisik.
Keduanya memiliki kelebihan dan memberikan kesempatan: satu untuk mengembangkan kekuatan dan yang lainnya untuk mengatasi kelemahan. Inilah yang menjadi prinsip atau pegangan Hahn’s berikutnya yaitu,
“Ada banyak kelebihan pada diri anda daripada yang anda pikirkan dan bayangkan.”
Tujuan Hahn adalah untuk menyediakan wahana ideal untuk mengaktifkan kesadaran dan potensi kekuatan tersebut, sehingga setiap orang dapat menemukan kesempurnaan jati diri manusianya dan salah satu wahana yang ia buat adalahOutward Bound Training atau lebih populer di Indonesia dengan istilah Outbound Training.
*dirangkum dari berbagai sumber
Outward Bound Training Sebagai salah satu provider outbound besar yang ada di Indonesia berusaha memberikan yang terbaik untuk anda.

by : yudho

Minggu, 19 Juni 2016

ARTI OUTBOUND

ARTI OUTBOUND

Outbound jakarta akan menjelaskan pengertian dari Outbound.
Outbound adalah salah satu metode pembelajaran modern yang memanfaatkan keunggulan alam. Para peserta yang mengikuti outbound (Outbound jakarta) tidak hanya dihadapkan pada tantangan intelegensia, tetapi juga fisik dan mental.
Pengertian Outbound Training (Outbound jakarta):

outbound jakarta

Outbound training (Outbound jakarta) adalah bentuk pembelajaran perilaku kepemimpinan dan manajemen di alam terbuka dengan pendekatan yang unik dan sederhana tetapi efektif karena pelatihan ini tidak sarat dengan teori-teori melainkan langsung diterapkan pada elemen-elemen yang mendasar yang bersifat sehari-hari, seperti saling percaya, saling memperhatikan serta sikap proaktif dan komunikatif. Dimensi alam sebagai obyek pendidikan bisa menjadi laboratorium sesungguhnya dan tempat bermain yang mengasyikan dengan berbagai metodenya.

Tujuan Outbound (Outbound jakarta)

1.Mengetahui dan memahami adanya “individual differences” yaitu tiap individu adalah unik.
2.Mampu melakukan penilaian pada diri sendiri “Self Assessment” bahwa kekuatan diri ada pada tangan kita sendiri dan pada pilihan- pilihan kita.
3.Meningkatkan kepekaan “Self Awareness” terhadap orang lain.
4.Meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian mengambil resiko “Risk Taking Behavior”.
5.Meningkatkan ketrampilan komunikasi.
6.Mampu membuat perencanaan dengan pertimbangan resiko dan konsekuensinya.
7.Mampu membentuk tim yang efektif / kekompakan.
8.Meningkatkankemampuan kepemimpinan.
9.Menumbuhkan sikap ksatria dan sportif.

Sasaran Program (Outbound jakarta)

1.Program Pelatihan Eksekutif (Eksecutive Training Program) Program Pelatihan Eksekutif dirancang sebagai media untuk mengenal kemampuan diri (analisis internal), mengenal kondisi luar (analisis eksternal), menyusun berbagai strategi, mengkomunikasikannya dan mengimplementasikannya.

2.Program Pelatihan Staff Administrasi (Administratif Staff Program) Program Pelatihan Staff Administrasi (Administratif Staff Program) dirancang sebagai media untuk mengenal kemampuan diri, dan kondisi lingkungan, serta sebagai media untuk mengembangkan kerjasama dan kualitas kinerja.
3.Program Pelatihan Profesi (Profesion Training Program) Program Pelatihan Profesi (Profesion Training Program) dirancang sebagai media untuk mengenal kemampuan diri dan kondisi lingkungan, menyusun langkah kerja (strategi), melatih melakukan terobosan (inovasi), serta mengembangkan profesionalisme.

4.Pogram Pelatihan Pemuda/ Pendidikan/ Organisasi (Youth/ Education/ Organitation Planning Program) Pogram Pelatihan ini dirancang dengan memanfaatkan berbagai tantangan dan petualangan yang menarik sebagai media untuk mengenal kemampuan diri (analisis internal), memformulasikan dan mengimplementasikan strategi, serta melakukan berbagai terobosan (inovasi) dan meningkatkan kemampuan bekerja dalam tim.

Bentuk Program (Outbound jakarta)

1.Team Building Goal Program ini menunjukakan bahwa kerjasama adalah suatu hal yang mutlak diperlukan dalam pencapaian tujuan. Berbagai permasalahan akan dihadapi oleh peserta dimana mereka tidak mungkin menghadapinya sendiri. Saling tergantung, kerjasama, pentingnya komunikasi dan membangun suatu tim yang kompak adalah tujuan dari pelatihan ini.
2.Leadership Goal Program pelatihan ini mengasah jiwa kepemimpinan yang terdapat pada diri peserta.Permasalahan-permasalahan yang ada perlu dihadapi oleh peserta dengan pengambilan keputusan yang berkualitas. Kepercayaan diri, kemampuan untuk memimpin kelompok, kemandirian dan kemampuan untuk mengayomi dari para peserta akan digali dan dipelajari sebagai suatu bekal dalam kepemimpinan mereka di kehidupan sehari – hari.
3.Outbound Training (Outbound jakarta) & Tamasya Pelatihan ini akan banyak mempergunakan alam bebas (out door) sebagai medianya. Para peserta akan mempelajari semua materi dari kegiatan atau games yang akan diadakan di alam terbuka. Program ini akandilakukan dengan komposisi 70% di alam terbuka dan 30% diskusi kelompok (group discussion) sebagai penunjang dari setiap kegiatan.
4.Fun Game Fun Game merupakan permainan yang menekankan unsur-unsur koordinasi, konsentrasi dan kebersamaan.

Materi Outbound Training (OUTBOUND JAKARTA)

1.Ice Breaking (Mencairkan Suasana) Memecahkan suasana yang kaku, dalam session ini para peserta diharapkan lebih mengenal antara peserta yang satu dengan yang lainnya.
2.Communication (Komunikasi) Peserta akan dikoordinasikan dalam situasi permainan-permainan yang menarik, tidak membosankan. Berkomunikasi dapat membangkitkan rasa percaya terhadap rekan dan kelompoknya.
3.Team Building Jenis permainan yang bersifat menghibur juga mengajarkan kepada peserta mengenai berbagai pengetahuan yang hanya bisa diperoleh melalui pengalaman (experience) sendiri, serta wawasan peserta akan terasa dan bertambah kaya.



diposting oleh: wikipedia

Sabtu, 18 Juni 2016

PERMIANAN OUTBOUND / GAMES OUTBOUND

PERMIANAN OUTBOUND / GAMES OUTBOUND




















outboundindonesia1.blogspot.com



1. Bermain Kalimat

Sisi kiri dan kanan bus diberikan kalimat yang berbeda untuk mereka presentasikan kedepan setelah diingat dengan strategi masing2 kelompok tadi.

2. Cerita Konyol

Permainan longgar terstruktur bekerja dengan baik untuk kelompok kreatif dengan kecerdasan cepat dan kemampuan berpikir. Pemandu acara kelompok mulai dengan pengantar cerita: "Malam itu gelap dan penuh badai, dan semua mendadak setiap orang mendengar ..." atau "Sekali waktu, hiduplah ..." Kemudian mintalah seorang penumpang dari satu sisi bus melengkapi kalimat. Cerita ini kemudian pergi ke sisi lain, di mana anggota tim menambahkan detail berikutnya. Pemandu dapat membuat para pemain pergi dalam urutan tertentu (baris depan pertama), atau panggilan pada pemain dari pilihan nya. Permainan bisa berlangsung hingga cerita menyelesaikan, sampai yang sudah agak terlalu konyol atau sampai energi kreatif telah mati.

3. Favorites Idol

Masing-masing peserta menuliskan tokoh idola dan ketika di tunjuk oleh pemandu maka ia harus memperagakan atau memberikan clue2 singkat sampai tokoh idola tersebut tertebak.

4. Dumb Character

Secarik kertas diberikan kepada masing2 peserta yang kemudian menulis judul film (bebas). Kemudian dikumpulkan dalam sebuah wadah. Setelah itu pemandu acara menunjuk atau mempersilahkan audience untuk mengambil secarik kertas dalam wadah tadi dan diperagakan sampai ada yang bias menebak judul film dari secarik kertas yang diambil tadi.

5. Orang Terkenal

Apakah host nama penyanyi terkenal, aktor atau selebriti lainnya: misalnya, Harrison Ford. Ford berakhir dengan huruf D, maka pemain berikutnya harus nama selebriti lain yang namanya dimulai dengan D. Jika pemain berikutnya nama David Bowie, huruf pertama dari nama berikutnya kemudian harus E. Setiap nama hanya dapat digunakan sekali, yang membuat putaran kemudian menantang (ada selebriti hanya begitu banyak yang nama dimulai dengan huruf Z.) Untuk sebuah tantangan tambahan, membatasi bidang: hanya selebriti hidup, hanya selebriti mati atau selebriti hanya dari bidang tertentu.

Alat2 yang dibutuhkan:

1. 150 carik kertas

2. Alat tulis (ballpoint 10 dan spidol 6)

3. Meeting paper 6 lembar

4. Hadiah – coklat dan permen


Ice Breaking Games Big Group

1. Human Number / TUPAI DAN PEMBURU

Di dalam group besar, energizer akan memberikan instruksi kepada peserta untuk membentuk kelompok manusia sbb: 1 untuk monas, 2 untuk ojek, 3 untuk becak, 4 untuk mawar mekar, 5 untuk dayung.

2. Moon Ball

Bola plastic berukuran sedang satu persatu akan di lempar ke atas oleh energizer, dimana seluruh peserta berkoordinasi selama mungkin agar balon ini tidak menyentuh tanah.

3. Kata Simon

Seluruh peserta pelatihan diminta untuk berdiri dan membuat lingkaran. Setiap anggota kelompok memakai head-band satu warna, kelompok lain juga memakai head-band dengan warna yang lain. Mereka diminta untuk berdiri berselang-seling. Anggota dari kelompok yang sama tidak boleh berdiri bersebelahan. Seorang energizer memberikan perintah kepada kelompok untuk melaksanakannya asalkan perintah tersebut juga disertai kata kunci (password). Kata kuncinya adalah KATA SIMON. Tanpa menyebutkan kata kunci tersebut maka perintah tidak boleh dijalankan.

Ice Breaking Games Small Group
1. Mind Toss a Name

Peserta akan memilih 2 orang teman dalam kelompok tetapi hanya didalam pikiran mereka saja. Kemudian masing2 dari mereka harus berada di antara atau ditengah-tengah 2 orang yang sudah mereka pilih tadi.

2. Baloon Toss a Name

Dengan menggunakan balon yang diisi air setiap peserta diharuskan menyebutkan nama nya dengan lantang. Setelah semuanya dapat giliran, fasilitator akan menambahkan proses pengenalan seperti umur, status, hobi. Etc

3. Picture of Team

Kelompok akan diberikan satu lembar kertas karton berukuran besar dan 1 buah spidol, pada permainan ini fasilitator akan memberikan waktu sebanyak 3 -5 menit untuk mendiskusikan apa kira-kira gambar yang akan mereka buat. Ketentuan dari permainan ini adalah dimana masing-masing peserta hanya diperbolehkan memberikan satu coretan, demikian seterusnya sampai tiba kembali gilirannya untuk mencoret.


PROBLEM SOLVING SIMULATION GAMES

Escape From Alcatraz

Disediakan 6 x 6 kotak seukuran lebar badan. Dimana peserta harus menyebrang dari titik start sampai dengan finish dengan mata tertutup. Dimana akan ditunjuk salah satu peserta untuk mengarahkan jalur yang harus dilalui tanpa menginjak bentangan2 pembatas tadi. Apabila ada yang menginjak garis pembatas makan peserta tersebut dinyatakan gagal dan mengurangi point penilaian.

VALUE IDENTIFICATION : Strategi, plan before act, daya ingat, integritas dan komunikasi.

Telephone fool

Seluruh perserta berdiri berjajar diatas sebuah balok, yang kemudian akan diberikan instruksi untuk mengurutkan jumlah huruf dalam sebuah nama, umur dan lain sebagainya dengan tanpa berbicara (non verbal).

VALUE IDENTIFICATION : Dengan fasilitas yang sangat minim, goal setting yang telah ditetapkan menjadi tolok ukur dan mengupayakan keberhasilan meskipun dengan keterbasatan sumber-sumber dan peraturan yang ada.

Puncture Pipe / Pipa Bocor

Telah disediakan pipa panjang yang sudah di lubangi. Dimana peserta bekerjasama untuk mengeluarkan bola pimpong yang sudah dimasukan kedalam pipa tadi dengan menggunakan media air. Peserta diperbolehkan untuk menutup lubang tersebut dengan menggunakan perlengkapan yang menempel di badan.

DE-INHIBITIZER SIMULATION GAMES

Three in a row (3 team)

Disediakan tali berukuran sedang (tali tarik tambang / tali dadung) tali tersebut di kedua ujung nya akan di pegang masing-masing oleh 1 orang. Tugas dari permainan ini adalah dimana seluruh peserta diharuskan melompat secara bersama-sama sebanyak 3 kali putaran.

VALUE IDENTIFICATION : Kepekaan terhadap bentuk komunikasi yang sudah disepakati dan setia pada kesepakatan dan komitmen pada keputusan dalam setiap kondisi yang paling ektrim sekalipun.

Laser Trap

Sudah terpasang obstacle atau halang rintang berupa tali temali dan jaring-jaring sederhana untuk dilalui tanpa menyentuh sedikitpun. Tantang dalam permainan ini adalah keseluruhan peserta antara satu kaki diikatkan dengan kaki yang lainnya.

VALUE IDENTIFICATION: Koordinasi didalam menentukan tim yang ada yang disesuikan dengan talenta yang dimiliki masing-masing sehingga diharapkan terjadi suatu bentukan tim-tim kecil yang akan menentukan keberhasilan dari suatu tantangan dalam permainan ini.

The A Team

Sudah disediakan 3 buah bamboo berukuran sedang dan tali temali. Peserta bertugas untuk membentuk suatu fondasi yang bisa dinaiki oleh salah seorang peserta dan menempuh suatu panjang lintasan tertentu. Tangtangannya adalah peserta yang naik ke bamboo tadi dijaga sebisa mungkin dengan tali temali yang disediakan tadi pada ujung atas bamboo agar tidak terjatuh selama melakukan perjalanan.

VALUE IDENTIFICATION: Unsur-unsur teknis dan non teknis termasuk pemilihan bakat dari masing-masing peserta sangat menentukan keberhasilan dalam menyelesaikan tantangan ini.

Go Home

Disediakan tong atau drum besar dan dengan berpegangan tangan erat peserta akan di berikan insruksi untuk saling menarik satu dan yang lainnya untuk diupayakan menyentuh tong atau drum tadi. Diusahakan masing-masing peserta untuk menghidar dari dorongan atau tarikan peserta yang lain. Tetapi jika ada yang bertabrakan atau menyentuh tong tadi maka satu persatu peserta meninggalkan lingkaran.




TRUST AND EMPHATY SIMULATION GAMES


Spider Web

Satu persatu peserta diharuskan melewati lubang jaring laba2 yang sudah disediakan. Aturan bermain spider web ini adalah satu lubang hanya diperbolehkan dilewati oleh satu orang. Aturan main lainnya adalah peserta sebisa mungkin untuk tidak menyentuh jaring-jaring tersebunt. Hal ini akan dibantu oleh alat bantu lonceng yang diikatkan pada salah satu lonceng. Sehingga ketika berbunyimaka seluruh peserta diharuskan kembali dan mengulangi permainan dari awal.



VALUE IDENTIFICATION : Pengorbananan dan setia pada keputusan bersama didalam melaksanakan target-target yang terlah ditetapkan. Dasar-dasar peletakan integritas akan terlihat pada simulasi permainan ini, terutama dari sisi kecurangan dan pelanggaran peraturan untuk menyelesaikan tantangan yang ada.

Trust Fall

Peserta secara bergantian menaiki papan yang berjarak sekitar 120cm – 150cm diatas permukaan tanah yang akan menjatuhkan badannya dengan kaki rapat dan tangan melipat di dada. Sementara para peserta yang dibawah sudah siap dengan pasang kuda2 untuk menangkap teman yang berdiri diatas papan tadi. Instruksi peserta yang akan menjatuhkan dirinya adalah SIAP JATUH, ketika ada aba2 SIAP TANGKAP peserta yang diatas dengan penuh kepercayaan diri menjatuhkan diri kebelakang.

Human Rope

Peserta akan memegang kedua ujung tali yang sudah dikusutkan terlebih dahulu. Tantangannya adalah peserta harus mampu melepaskan diri dari tali temali yang dipegang oleh peserta lainnya sehingga semuanya terbebas dengan tanpa melepaskan pegangan di kedua ujung tali tadi.

VALUE IDENTIFICATION : Mengandalkan kekuatan tim disaat unsur stress, kebingungan dan kelelahan terjadi. Together Everyone Achieves More adalah menjadi slogan dan motivasi tertentu didalam permainan yang mengandung unsur stress ini.


COMPETITION SIMULATION GAMES

Balloon Race (full team)

Area sudah dibatasi dengan beberapa lintasan berjarak masing-masing 10m. Permainan ini bersifat kompetisi dimana masing-masing kelompok membagi tugas untuk meniup balon kemudian mentransfer dengan menggunakan kepala, kemudian mentransfer dengan menggunakan mata tertutup dan terakhir ada yang bertugas untuk membangun kumpulan balon-balon tersebut untuk disusun ke atas dengan alat bantu double tape dan gunting, poin terbesar adalah bagi kelompok yang berhasil menyusun balon paling tinggi.

VALUE IDENTIFICATION : Strategi, plan before act, komunikasi., how to motivate ourself and team in the same time


FINAL PROJECT SIMULATION GAMES

Raft Project

Alat yang dibutuhkan oleh masing-masing kelompok:

1. Bambu

2. Tali temali

3. Drum

4. Dayung

5. Pelampung (safety)

Bentuk Permainan;

Kelompok diinstruksikan untuk membangun satu armada rakit yang kokoh dan kuat dengan menggunakan alat2 yang sudah disediakan tersebut diatas. Yang kemudian menyebrangi danau dan menyentuh titik finish, kemudian kembali ke titik start dan membubarkan kembali rakit yang sudah di bentuk tadi dan menaruhnya kembali ke posisi semula.

Durasi Permainan:

+/- 1,5 jam:

30 menit untuk membangun rakit

30 menit untuk pengarungan (menyebrang danau)

20 menit untuk membubarkan rakit dan mengembalikan ke posisi semula

10 menit debrief.